Selasa, 08 September 2009
When Life Gets Hard
"la..la..la..la life goes full circle"
(Jason Mraz)
Yup.. hidup memang berputar. kadang bahagia kadang sedih karena itu hidup menjadi luarbiasa. dan ada saat ketika hidup terasa berat..
aku pernah dapet email ini dr seorang teman:
Dear Friends,
Saat aku loncat dari gedung,
Kulihat pasangan yang kutahu saling mencintai di lantai 10 sedang bertengkar dan saling memukul.
Kulihat Peter yang biasanya kuat dan tabah sedang menangis di lt. 9
Di lt.8 Ah Mei memergoki tunangannya sedang bercinta dengan sahabatnya
Di lt.7 Dani sedang minum obat anti depresi
Di lt.6 Heng yang pengangguran terus membeli 7 koran untuk mencari lowongan kerja tiap hari
di lt. 5 Mr. Wong yang sangat dihormati publik sedang mencoba baju dalam istrinya
di lt.4 Rose sedang bertengkar hebat dengan pacarnya
Di lt. 3 pak tua sedang mengharapkan seseorang datang mengunjunginya
Di lt.2 Lily sedang memandangi foto suaminya yang sudah meninggal 6 bulan lalu
Sebelum aku melompat dari gedung, kupikir aku orang yang paling malang
Sekarang aku sadar bahwa setiap orang punya masalah dan kekuatirannya sendiri
Setelah kulihat semuanya itu, aku tersadar bahwa ternyata keadaanku sebenarnya tidak begitu buruk
Semua orang yang kulihat tadi sekarang sedang melihat aku...
Kurasa setelah mereka melihatku sekarang, mungkin mereka merasa bahwa situasi mereka sama sekali tidak buruk.
saat kesulitan datang, sesekali tengoklah ke luar..mungkin begitu ya intinya. karena dengan sesekali melihat keluar kita akan banyak menemukan org2 dengan masalah yg lebih berat dari kita. saat kesulitan datang..mungkin adalah saat yang tepat untuk bersyukur.
saat kesulitan datang..mungkin saat itu kualitas diri kita sedang diujiNya.Dia sedang ingin tau sampai sejauh mana kita memaknai sebuah peristiwa. Dia ingin tau mampu tidak kita bertanya: masalah ini ingin mengajariku apa? dan bukan malah bertanya:kenapa ini terjadi padaku?
saat kesulitan datang..di situlah awal kita menjadi dewasa,,dan terus dewasa..
Minggu, 06 September 2009
Mengunjungi Masa Lalu
Dulu, kami tidak bisa dibilang akrab. Tapi juga tidak bisa dibilang jauh.Dia dan aku selalu bersama (dlm perbedaan :P)alhasil sering sekali, dalam kurun kebersamaan kami, terjadi silent clash (karena emang ngga pernah 'bunyi') diantara kami.
pertemanan kami ini memang unik. kami saling memuji di tengah 'kikuknya' hubungan kami. saling melempar intrik di tengah kerja bareng kami. saling 'membaca' di tengah diamnya kami. saling 'mendoakan' di tengah 'ketegangan' hubungan kami. Subhanalloh..bahkan kami sendiri (waktu itu) tidak tau apa yang terjadi. ada ikatan sangat kuat di tengah hubungan pertemanan kami yg terlihat rapuh.
Dan sekarang saat kami jauh,
aku baru sadar..
aku belajar banyak darinya
tentang diriku di matanya
diriku di mata orang lain
tentang sulitnya mengekspresikan kasih karena terbungkus ego
dan aku baru tau semua itu setelah aku jauh meninggalkan masa2 itu
well, masa lalu selalu mengajarkan kita sesuatu. hanya butuh keterbukaan hati untuk menjadikannya guru di masa depan
Kamis, 03 September 2009
aku benci 'rasa' itu
Hari ini masih seperti hari yang lain. Kosong. Tak ada satupun hal yang bisa melengkapi hatiku. Hanya ada rasa bosan, hampa dan rasa yang tak terjemahkan oleh kata.
“dan ketika rasa seperti ini datang,,aku hanya ingin menghilang dan tak ingin meyakiti mereka”
Suara dering hape hanya berhasil membuat mataku melirik. Melihat siapa yang menelpon dan kemudian berpaling. Tidak mengindahkan apalagi menjawab dering yang meraung2 itu. Mataku malah terlelap melanjutkan tidur.
Sebut saja namanya Roni. Dia pria pintar, punya pekerjaan menjanjikan, good looking meski terlihat pendek untuk ukuran laki2. ngga ada yang salah dengan pria ini selain gayanya yang sedikit katro’. Di saat2 moodku berjalan baik dia tipikal orang yang ‘lumayan’ kami bisa ngobrol tentang apapun. Tetapi kalau moodku lagi jelek ngobrol dengannya serasa siksaan. Sms2nya yang ‘ngga penting’ seringkali bikin aku males untuk membalasnya. Alhasil, maaf, aku sering tidak mengindahkan panggilannya melalui hape. Gampang koq, kalau hapeku bunyi dan namanya muncul di layer aku pura2 tidak dengar, beberapa menit atau jam kemudian aku tinggal sms:
“maaf aku ketiduran” atau “ aku lagi ke kamar mandi tadi”. Beres.
“dan ketika rasa seperti ini datang,,aku hanya ingin menghilang dan tak ingin meyakiti mereka”
“Terserah” kata ibu itu jutek. Aku hanya bisa menarik nafas panjang untuk menahan emosiku yang sudah sampai ubun2. masa iya sih aku harus nyeramahin beliau kalau shaf dalam sholat itu sangat penting. Harus diutamakan. Karena juga berpengaruh pada kualitas sholat kita. Itu kenapa di tanah suci
“dan ketika rasa seperti ini datang,,aku hanya ingin menghilang dan tak ingin meyakiti mereka”
Ponakanku yang satu ini memang kelebihan adrenalin. Tingkahnya naudzubillah kalau lagi ‘kumat’. Jahilnya itu lho. Orang lagi baca dia gangguin. Muter2 ngga jelas di sekitarku dengan bunyi2an aneh yang keluar dari mulutnya ‘’ngeeengggg…” bunyinya menirukan bunyi mobil. Atau “dor..ya di
“dan ketika rasa seperti ini datang,,aku hanya ingin menghilang dan tak ingin meyakiti mereka”
Meski aku mengenalnya sebagai kaka ipar terbaik di dunia, tapi toh dia tetap manusia yang punya emosi. Aku tidak bisa selamanya mengharap dia bertingkah manis dan menerima setiap tindak tandukku. Aku sadar sepenuhnya, dia juga manusia. Yang juga merasakan marah, sedih, kecewa atau gembira. Meski kami sangat cocok pada awalnya. Tapi kedekatan geografis (ini karena aku tinggal di rumahnya yang juga rumah kaka cowokku) membuat masing-masing dari kami tau ‘sesuatu’ dalam diri masing-masing yang sangat mungkin bagi masing-masing kami untuk tidak menyukainya. Gesekan-gesekan yang awalnya tidak terjadi karena kami berada di dua tempat berbeda dan bertemu hanya setahun sekali, sekarang makin sering terjadi. Meskipun bukan gesekan2 berarti. Yaah mungkin hanya ‘aksi diam’ ketika masing-masing dari kami kecewa atas satu dengan yang lain karena ternyata aksi diam adalah aksi yang sama yang kami ‘pilih’ untuk mengekspresikan ketidaksukaan. And honestly,,I hate when that moment appears. Ughh..
“dan ketika rasa seperti ini datang,,aku hanya ingin menghilang dan tak ingin menyakiti mereka”
ps: maaf untuk semua org yg menjadi 'korban' ke 'aku' anku, korban saat 'rasa' itu datang..deeply sorry i don't mean it
Kamis, 13 Agustus 2009
Memaknai Kehidupan

Manusia memiliki hak penuh atas hidup dan kehidupannya. mau jadi apa, seperti apa dan melakukan apa. Bagi Hillary Clinton " hidup adalah hadiah" tetapi jangan kaget kalau ada juga yang mengatakan "hidup itu musibah".. dua kutub ekstrim ini adalah penggambaran pemaknaan hidup manusia. Mengapa kehidupan terlihat pelik di mata seseorang dan terlihat sangat simple di mata orang lain? jawabannya ada dalam ruang kesadaran masing-masing individu..Bagaimana dengan hidup anda?
Coba sempatkan diri untuk menonton Film Into The Wild. film yang di sutradarai oleh Sean Penn berdasarkan buku biography. film tentang memilih kehidupan. karena benar life is choice, karena benar hidup itu harus dimaknai.
Dikisahkan seorang anak yang bernama Christopher Johnson McCandless berusaha meninggalkan semua kesenangan dan fasilitas yang diberikan orang tuanya. ia muak dengan lingkungan sosial yang dilihatnya. menurutnya, ada yang 'terputus' dalam lingkungan sosial masyarakat sekarang ini. dan dia berusaha mencari sesuatu yang 'terputus' itu dengan memutuskan untuk menjalani sebuah 'petualangan hidup'. petualangan menembus luasnya Amerika. Ia ingin mengenal hidup yang semestinya. Tanpa sepeserpun uang, menanggalkan identitasnya sebagai seorang kaya dan melihat segala sesuatu dengan kacamata baru.
Setelah membakar uang yang dimilikinya dan sebagian diberikan pada yayasan di sekolahnya, Kemudian Chris memulai petualangannya. Dalam petualangannya Chris mendapat banyak pelajaran hidup. pelajaran mahal yang mungkin tidak akan ia peroleh dengan kekayaan, fasilitas dan kesenangan yang ia miliki selama ini. Chris berusaha memaknai kembali hidupnya. melihat dunia dengan sisi dirinya yang lain..diri seorang remaja yang tak memiliki apa-apa..Hingga akhirnya ia mati di Alaska dalam ketenangan. mati di saat ia sudah benar-benar menemukan sesuatu yang 'terputus' itu. Mati di saat ia sudah menemukan dirinya
Ada orang-orang yang memilih memaknai hidupnya seperti apa yang dilakukan Chris Candless ini. Seperti Andrea Hirata misalnya. ia memilih menjadi backpacker sebagai kegiatan hidup untuk mengetahui sisi lain dari hidup itu sendiri bahkan sebagai ajang untuk mengenal dirinya secara pribadi. Dari pengakuannya ia mengatakan bahwa kegiatan backpacking membentuk dirinya menjadi lebih terbuka (open minded), toleran, dan lebih menghargai hidup. Dalam tingkat tertentu pemaknaan terhadap kehidupan itu sendiri adalah sekaligus dimensi untuk mengetahui kesejatian-kita-. .
Karena itu dalam hemat saya, hidup terlalu indah untuk dimaknai biasa saja. live our life, spice it up! dengan cara kita..dengan segala keterbatasan kita..dengan keinginan-keinginan kita.
aku cinta hidup ini. dengan segala manis dan pahitnya..
Rabu, 12 Agustus 2009
Dampak Kemiskinan: Potret Masyarakat Indonesia Kini?
"besi penyangga jembatan Suramadu dicuri"
semiskin inikah bangsa ini? sampai-sampai harus mencuri fasilitas umum yang maha penting itu?kita semua tau jembatan Suramadu dibuat untuk apa. untuk kelancaran trasnportasi yang akan menyokong kepentingan ekonomi. saya tidak habis pikir, bagaimana mungkin mereka melakukan tindakan berbahaya yang akan merugikan banyak pihak ini? pertanyaannya apakah pencuri benar2 orang miskin yang butuh uang atau orang bodoh yang tidak tau menahu akan konsekuensi dari tindakannya itu?atau orang miskin yang miskin hati karena keadaan memaksanya begitu?
ada lagi,
suatu hari saya mendengar berita, seorang bapak korban kecelakaan mobil menjadi korban penjarahan! kemana hati nurani penjarah itu?. apa motifnya sampai sangat tega melakukan tindakan macam itu? miskin membuat hati orang mengeras. simpati dan kepekaan menghilang bersama rasa lapar yang tidak tertahan. Kemiskinan membuat orang hilang akal. Bagi orang2 miskin ini urusan perut lebih urgent dari sekedar nyawa, privasi, kenyamanan dan keamanan orang. miris. .
Kemiskinan memang akan menjadi sumber dari segala sumber permasalahan sosial yang ada di bumi pertiwi. karena miskin, orang berani melakukan apapun bahkan dengan resiko tinggi. kemiskinan menciptakan kebodohan dan kriminalitas. kemiskinan membuat hati orang mati. kemiskinan menumpulkan sensitivitas. kemiskinan menjarah nilai-nilai kemanusiaan.
saya ingat kisah Slumdog Millionaire. Kisah orang miskin di tengah kota metropolis seperti Mumbai di India. tak ubahnya seperti orang miskin di Jakarta. Tidak banyak pilihan untuk orang-orang miskin ini. mereka hanya melakukan apa yang mereka pikir benar. dan kebenaran mereka adalah : bagaimana menuntaskan rasa lapar. simple bukan? tapi acapkali mereka menempuh cara-cara dengan resiko tinggi. merugikan diri sendiri dan orang lain. ini karena mereka tidak punya pilihan..! menyalahkan mereka bukan pilihan bijak..lalu salah siapa?
sayangnya kita tidak sedang mencari siapa yang salah. kita hanya sedang memaparkan fakta. fakta bahwa kemiskinan itu musuh kita bersama. .
so, menjadi kaya itu hukumnya WAJIB!!!
Minggu, 09 Agustus 2009
Berhenti Sejenak
adakah oase di sana ibu
tiba-tiba saja aku melihat wajahmu
penuh pengharapan
tapi tak terbaca oleh mataku
sekali lagi ibu
kau boleh mengungkapkannya
hari ini aku berhenti untukmu
mendengarmu...
namun,
ibu bolehkah aku tak memandang mata itu
mata yang sarat air mata
aku benci melihatnya
aku merasa bersalah karenanya..
air mata apakah itu ibu?
tentangku?
tentang anak-anakmu?
sedihkah?bahagiakah engkau ibu?
kau lihat ibu,
di tubuh ini ada darahmu
di jiwa ini ada doa dan cintamu
di hati ini ada namamu
dan aku tak ingin kau tau
kalau aku membagi cintaku tidak hanya utk ibu
doaku tidak hanya untuk ibu
hatiku tidak hanya untuk ibu
waktuku tidak hanya untuk ibu
karenanya,
dengan cintaku yang tak terbagi utuh
aku bersimpuh..
di kakimu
Kamis, 06 Agustus 2009
The Day When U Don’t Belong
Suatu hari dalam hidupmu. Pernahkah terasa sangat sempit?tidak tahu ke mana harus melangkah, membenci atau minimal tidak bergairah pada apapun. Hambar. Menjalani hari dengan ‘seadanya’. We lost in crowd , Alone in a crowd. Tanpa pemicu, tanpa latar belakang…just happened!
Bahkan dulu aku tidak bisa memaknai perasaan ini pun sekedar menceritakannya. Sampai pada akhirnya aku melihat satu film yang sepertinya mewakili apa yang pernah dan masih sering aku alami. “The Hours”. 3 perempuan dalam 3 masa yang merasa ‘tersesat’ (lost) dalam kehidupan, yang dipandang banyak orang, normal. Semua hanya tampak dari apa yang bisa diindera. Wang sinawang kalau orang Jawa bilang.
Tapi siapa sangka..di kehidupan mereka yang sepertinya normal, dalam hati mereka ternyata ada lubang yang mereka sendiri tidak bisa menjelaskan lubang seperti apa. Mereka hanya ingin keluar dari sesak yang menghimpit hatinya. Entah ke mana dan pada siapa. Pada akhir cerita, 2 dari 3 perempuan dalam film itu memilih bunuh diri sebagai langkah ‘penyelamatan’ dirinya dari perasaan membingungkan yang menguasai hati dan akalnya!.
Pada akhirnya aku tersadar..semua orang pasti pernah mengalaminya. Perasaan bingung, khawatir, terancam dan tersesat merasa 'tak berada di tempat yang seharusnya'. Aku kemudian berpikir…Bisa jadi perasaan2 itulah yang mengantarkan manusia pada kesempurnaannya..pada fitrahnya untuk senantiasa mencariNya..mencari kebenaran hakiki yang menjadi penerang hidupnya. Di sinilah tuhan ingin menunjukkan bahwa manusia membutuhkanNya.
Kalau semua orang mengalaminya, dan berujung pada tindakan yang berbeda2 (ada yg bunuh diri, lari ke narkoba, jd temperamen atau meneyendiri atau bahkan tidak peduli), itu tergantung kualitas manusianya.
O iya ada pesan menarik di film ini yang cukup bisa kita jadikan pertimbangan :
“u cannot find peace by avoiding life!”
the time to hide is over. the time to regret is gone. the time to live is now
Film Bukan Sekedar Gambar dan Suara
Film, buat saya bukan sekedar gambar dan suara. tetapi film adalah refleksi dari perkembangan jiwa manusia. ia memiliki nilai. baik nilai yang ditampilkan secara vulgar atau tersembunyi. keunikan dari film, menurut saya juga adalah, adanya ruang bagi pemirsanya untuk menafsirkan sesuai kondisi jiwanya. jadi dalam mengungkap sebuah makna dalam sebuah film, untuk setiap orang akan berbeda. tergantung pada latar belakang pengetahuan dan psikologi orang yang menonton.
Seperti film 'the hours'. film ini sangat mempengaruhi saya terutama untuk membangkitkan perasaan bersyukur akan kehidupan. film ini, dalam tafsir saya, mengingatkan seseorang akan apa yang dimilikinya dan belajar untuk mensyukurinya. ada satu kalimat yang menjadi entry point dalam film ini 'the day when u dont belong' atau saat di mana kita merasa 'tidak berada di tempat' yaitu saat2 ketika ada kehampaan dalam hati kita. apa yang sebenarnya terjadi? apa yang seharusnya kita lakukan? kira2 seperti itu tafsir saya atas film ini.
tentu tafsir saya ini tidak bersifat mutlak. orang lain memiliki persepsi dan tafsirnya sendiri. saya yakin dari jutaan penonton yang menonton film ini, memiliki pandangan berbeda. dan itu sah2 saja. untuk tujuan idealis seperti itulah film itu dibuat. mempengaruhi dan memberikan nilai positif bagi penontonnya.
Selasa, 04 Agustus 2009
Serial2 itu tidak seperti sinetron2 kita..





Berbicara tentang tontonan, sepertinya televisi kita harus banyak bebenah. alih2 memberi manfaat pada penonton justru yang terjadi adalah memberikan pengetahuan dan teladan yang tidak baik. maaf kalau aku mengatakan demikian. tetapi fakta di lapangan membuktikan kalau tontonan televisi kita terutama sinetron masih berkubang dalam orientasi yang dangkal. yakni orientasi keuntungan. mungkin benar bahwa media televisi memang sudah sangat kapitalis. tapi lihatlah serial2 di banyak negara yang tidak melulu mengejar keuntungan. kalaupun iya, serial2 mereka dikemas sangat apik dan edukatif sepadan dengan tujuan yang ingin dicapai. setidaknya memiliki nilai yang dijual. punya konsep dan konsisten. Sayangnya, hal-hal semacam itu yang tidak dimiliki sinetron2 kita...jadi maaf banget kalau tidak ada satupun sinetron Indonesia yang aku tonton apalagi aku rekomendasikan untuk ditonton. dan berikut adalah serial2 yang yaaah sedikit banyak mempengaruhi hidup aku. karena nilai2 yang ditawarkannya. aku tumbuh bersama serial-serial ini.. Ally McBeal
my lovely Ally. aku sering kali mengidentikkan diri dengan si nona kesepian ini haha. cerita tentang seorang pengacara yang tidak pernah beruntung dalam percintaan. kehidupan dia lalui bersama teman2 pengacaranya yang konyol tetapi sangat total mendukungnya. Di tengah kecemerlangan karirny ia tetap Ally yang butuh cinta. Ally i always be with u..
cast: calista flockhart,
Dawson's Creek
wow.. drama seri yang bikin dag dig dug tiap kali aku tonton hahaha..romancenya bagus banget. cinta segitiga antara Dawson, Joey dan Pacey.cerita drama ini emang ngga jauh dari percintaan tp sumpah keren banget sutradaranya dalam mengemas cerita. T.O.P dah!!
cast: James van Der Beek, Joshua Jackson, katie Holmes, Rachel williams etc
Gilmore Girl, drama seri pembangun jiwa. entahlah tiap kali aku ngomongin serial ini aku seperti orang kerasukan, lebay mode on. abis gimana ya ceritanya asyik banget. tentang seorang ibu muda yang membesarkan anaknya sendiri (single parents). hamil di usia muda dan harus tetap survive membesarkan anak semata wayangnya. meski Lorelai anak orng kaya dia tdk mau membesarkan Rory anaknya dengan belas kasihan orang tuanya. dengan mendirikan usaha penginapan ia berusaha berdiri di atas kakinya sendiri. Beruntung ia dikaruniai putri yang cerdas, cantik dan baik yang menjadi anak kesayangan di sebuah kota kecil (Stars Hollow). Hubungan Lorelai dan R orylah yang mampu menghidupkan serial ini. hubungan mereka sangat akrab dan saling melengkapi. Lorelai sang mama yang humoris, terbuka dan sedikit ceroboh dan anaknya, Rory, yang cerdas, baik dan terkontrol sangat kompak dan dinamis. settingnya sendiri di sebuah kota fiktif bernama Stars Hollow yang memiliki tradisi2 unik dan orang2 yang baik dan beragam. ceritanya sangat mengalir, ringan dan penuh dengan humor khas Amerika.
one of the best tv series. its a must seen!! kalo versi bukunya yang agak mirip2 ma kisah ini tuh novelnya Cecilia Ahern yang judulnya where the rainbow end.
cast: Lauren Graham, Alexis Bledel, Milo ventimiglia, Kelly Bishop etc.
Jewel in the Palace
ini dia nih drama seri dari korea yang bikin merinding disco tiap kali aku tonton. wuih..everything bout how to survive within crisis. Dae jang Geum adalah perempuan pertama di dinasti Janseon yang menjadi dokter. kisah hidupnya di mulai dengan menjadi dayang cilik di dapur istana. berkat keingintahuan yang besar dan kerja kerasnya ia berhasil menjadi perawat dan akhirnya menjadi perempuan pertama yang menjadi dokter Sang Raja. lika-liku perjalanan hidupnya yang dipenuhi oleh penderitaan karena konspirasi, mampu menginspirasi siapa saja. Dae Jang Geum adalah sosok perempuan cantik sekaligus cerdas yang mendapatkan sebuah kehormatan di Istana karena kecerdasan,kerja keras,dedikasi dan kebaikan hatinya. ngga pernah bosen deh nonton drama ini...konsep, pemain dan pengambilan gambarnya benar2 dahsyat!.kapan ya indonesia bisa bikin serial sebagus ini?? SALUTE!!!!
cast: Lee Young Ae, Ji jin He etc
Full House
hahaha..definitly funny! film khas korea yang kreatif, comical dan fresh. cerita tentang Han Ji Eun yang kena tipu temannya dan takdir menemukannya dengan seorang artis bernama Lee Young Jae, yang sangat menjengkelkan, yang membeli rumahnya tanpa sepengetahuannya. chaotic banget hubungan dua manusia ini. agar tetap diijinkan untuk tinggal di rumah itu (full house) han Ji Eun rela menjadi pembantu sang artis. di sinilah cinta keduanya bersemi. dibumbui dengan aksi konyol kedua pemain sangat kocak dan menghibur..cant forget this movie ever!
cast: Song Hae Kyo, Rain
Gossip Girl
Drama tentang remaja. simple tapi sangat mengena. sangat khas Amerika mengenai kehidupan remaja jet set di Amrik. penuh intrik dan persaingan. dipenuhi aktris muda dan baru yang menyedot perhatian (terutama wardrobe nye hehe). banyak kata-kata dalam scriptnya yang menginspirasi. two tumbs up lah pokoke!!
cast: Blake Lively, Leighton Mesteer, etc
Pada akhirnya pemirsa ternyata butuh sesuatu yang tidak hanya menghibur tetapi juga memiliki konsep jelas dan konsisten. serial2 luar negeri ini mampu mendulang sukses karena faktor2 tersebut terlengkapi. dan juga tentunya didukung oleh kemampuan akting artis2nya..betul tidak?!
Minggu, 11 Januari 2009
Holocaust of Palestine
Holocaust of
Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di bumi Palestina. Dalam waktu 3 minggu saja sejak
Kecaman, kutukan dan himbauan masyarakat dunia bahkan resolusi DK PBB tidak sedikitpun didengar oleh
Sebuah pemandangan yang sangat menyakitkan ketika korban sudah berjatuhan dan Palestina berharap keadilan justru pihak ‘pejuang perdamaian’ diam seribu bahasa. AS sebagai aktor dunia yang paling berpengaruh tak kunjung mengeluarkan statemennya.
Di dunia ini kepada siapa lagi kita berharap? Isu hak asasi manusia, demokrasi dan anti terorisme jelas hanya menjadi dagangan politik internasional. Diwacanakan hanya pada saat-saat negara pemegang isu tersebut membutuhkan justifikasi atas tindakannya. Seperti misalnya Bush mengkampanyekan isu anti-terorisme sebagai justifikasi dari aksinya menyerang Irak enam tahun yang lalu. Kalau dia konsisten dengan isu yang dibawanya, kemana dia sekarang ketika terorisme benar-benar terjadi di bumi Palestina??Anak-anak ketakutan dengan teror2 NYATA Israel.
Ada Holocaust di Palestina. Tapi tak ada seorangpun yang mampu menghentikannya. Semua diam dalam ketidakmampuan sembari menghitung mayat-mayat yang terus berjatuhan.Kalau PBB saja tidak didengar dan mampu menghentikan, untuk apa Institusi penjaga perdamaian ini ada??
Kepada Rakyat Palestine,,Allah bersamamu..