" Felt like I was just a victim
And it cut me like a knife "
Minggu, 11 Januari 2009
Holocaust of Palestine
Holocaust of Palestine
Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di bumi Palestina. Dalam waktu 3 minggu saja sejak Israel memulai Agresinya pada tanggal 27/12/08, 900 warga Palestina tewas dan 3000 lainnya luka-luka . Ironisnya peristiwa ini terjadi ketika hak asasi manusia, perang terhadap terorisme menjadi isu besar yang dijunjung di abad ini. Ironisnya lagi, pelaku adalah antek dari kampiun demokrasi yang selalu menggembor-gemborkan perlindungan terhadap hak asasi manusia, Israel.
Kecaman, kutukan dan himbauan masyarakat dunia bahkan resolusi DK PBB tidak sedikitpun didengar oleh Israel yang memang, meminjam istilah Hasyim Muzadi, terkutuk. Alih-alih menghentikan serangan, Israel justru menyerang Gaza melalui darat setelah sebelumnya memporak-porandakan Gaza lewat serangan udara. Ratusan anak tiba-tiba menjadi yatim piatu, ratusan orang tua kehilangan anak-anak harapan masa depan mereka, ratusan orang kehilangan sanak saudara, mimpi dan kehidupannya dalam sekejap mata!inilah sebuah pembunuhan keji yang dilakukan secara terang-terangan dan tak kenal ampun.
Sebuah pemandangan yang sangat menyakitkan ketika korban sudah berjatuhan dan Palestina berharap keadilan justru pihak ‘pejuang perdamaian’ diam seribu bahasa. AS sebagai aktor dunia yang paling berpengaruh tak kunjung mengeluarkan statemennya. Ada pernyataan yang keluar tapi bukan sesuatu yang menyejukkan karena AS justru menuding Hamas sebagai pihak yang bertanggungjawab.Aneh! tak terkecuali Obama, presiden Amerika terpilih yang sangat ditunggu komentarnya itu juga tak mengatakan apapun. Dia mengambil aksi diam. Dalam politik, diam pun adalah sebuah sikap. Dan semua orang tahu aksi diamnya ini adalah konsekuensi dari lobi politiknya dengan Israel (yahudi). Ulah biadab Israel tak terbendung lagi. Apa yang menimpa mereka (orang yahudi) pada jaman Nazi, sekarang terjadi di Palestina. Lebih menyakitkan karena aksi ini 'didukung' oleh negara adikuasa. Saya secara pribadi begitu muak melihat film2 yang mengangkat tema camp konsentrasi buatan yahudi. Sungguh sebuah propaganda murahan yahudi untuk menarik simpati masyarakat dunia. Tapi sekarang..lihatlah!Yahudi bukan lagi sebagai korban (seperti yang dipropagandaka dalam film2nya), lakon yang diperankannya kali ini adalah sebagai aktor utama dalam holocaust palestina!Meski banyak yang mengatakan ini bukan konflik agama, apa kemudian kita harus memakluminya?!tidak. Karena apa yang terjadi di Palestina saat ini lebih buruk daripada 'sekedar' perang agama.
Di dunia ini kepada siapa lagi kita berharap? Isu hak asasi manusia, demokrasi dan anti terorisme jelas hanya menjadi dagangan politik internasional. Diwacanakan hanya pada saat-saat negara pemegang isu tersebut membutuhkan justifikasi atas tindakannya. Seperti misalnya Bush mengkampanyekan isu anti-terorisme sebagai justifikasi dari aksinya menyerang Irak enam tahun yang lalu. Kalau dia konsisten dengan isu yang dibawanya, kemana dia sekarang ketika terorisme benar-benar terjadi di bumi Palestina??Anak-anak ketakutan dengan teror2 NYATA Israel.
Ada Holocaust di Palestina. Tapi tak ada seorangpun yang mampu menghentikannya. Semua diam dalam ketidakmampuan sembari menghitung mayat-mayat yang terus berjatuhan.Kalau PBB saja tidak didengar dan mampu menghentikan, untuk apa Institusi penjaga perdamaian ini ada??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar