Farewel Kissing for GrandPa
Senin 14 Desember 2008 kemarin, Bush menerima sebuah ‘farewel kissing’ dari seorang jurnalis Irak, Munthahar Zaidi, pada saat dirinya menggelar konferensi pers di Irak. ‘Ciuman manis’ tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh presiden AS yang masa tugasnya tinggal beberap hari ini. Meskipun ditanggapi dengan guyon, Bush tidak akan menutup mata bahwa apa yang baru saja menimpanya adalah salah satu bentuk kebencian yang secara terang-terangan ditunjukkan oleh seseorang, yang bisa jadi, merupakan ‘korban’ kebijakannya.
Ekspresi unik dari Munthahar.Zaidi sekaligus menjadi kado perpisahan sekaligus otokritik bagi Bush atas kebijakan-kebijakannya di dunia internasional terutama dunia Arab dalam 8 tahun terakhir. Orang tidak akan lupa dengan tragedi Invasi Irak oleh Amerika tahun 2003. Peristiwa tersebut adalah cacat sejarah yang melukai siapapun yang menghargai nilai-nilai kedaulatan, kemanusian dan demokrasi. Ironisnya invasi tersebut mengatasnamakan demokrasi! Faktanya, tidak ada senjata pemusnah massal seperti yang digembor-gemborkan Bush. Kesini, orang semakin tahu dengan baik, bahwa isu senjata massal adalah upaya Bush untuk menjustifikasi tindakannya yang bar-bar. Pada akhirnya, akibat kebijakan Bush ini banyak perempuan, anak2 kecil dan warga sipil Irak yang tak berdosa terbunuh. Dan Anehnya, meski fakta terungkap, tak ada yang bisa menghentikannya. Pun PBB sebagai perwakilan negara-negara di dunia. Amerika di bawah Bush benar-benar sangat arogan dan bengis.
Invasi ke Irak hanya satu dari kejahatan Bush, yang tidak saja diakui oleh masyarakat dunia tetapi juga warga Amerika sendiri. Buku-buku yang mendiskreditkan Bush dengan pemerintahan yang dipimpinnya terus bermunculan. Tak salah bila dalam kurun 8 tahun ini Bush telah ‘berhasil’ mencitrakan dirinya sebagai penjahat perang diakui atau tidak. Hal ini juga diindikasikan dengan turunnya popularitas Bush. Bahkan sejak Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat di Pemilu 2008, Bush seperti dianggap tidak ada. Seperti sudah tidak menjabat sebagai presiden lagi. Padahal Obama baru akan dilantik tanggal 20 Januari 2009 nanti. Tetapi semua orang, terhitung sejak Obama menjadi presiden terpilih, lebih focus pada apa yang dikatakan Obama ketimbang apa yang dilakukan Bush. Bush mengalami apa yang dinamakan post power syndrome dalam artian negatif. Sebuah akhir pemerintahan yang menyakitkan sekaligus menyedihkan untuk seorang George Walker Bush yang terpilih sebagai
Mungkin, bagi rakyat Amerika yang nasionalis (dan arogan?), pelemparan sepatu ke muka presidennya adalah bentuk dari pelecehan pada negaranya. Namun, terlepas dari benar atau salah atas apa yang dilakukan oleh jurnalis Irak tadi, peristiwa tersebut seharusnya menjadi momen yang tepat bagi Amerika (terutama pemimpinnya) untuk introspeksi diri. Masa iya, negara yang selalu mengklaim diri sebagai kampiun demokrasi justru menodainya habis-habisan dengan kebijakan yang menginjak-injak kedaulatan, kemanusiaan dan keadilan yang notabene adalah nilai-nilai dalam demokrasi, apa kata dunia?! STOP WAR JUST GIVE PEACE A CHANCE!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar