Dari temenku sebut sj A ;” Iya dia lolos, aku ikhlas tapi koq pengen nangis ya??” balasnya sesaat setelah aku mengabarinya kalau teman kami lolos cpns yang kami ikuti bersama.
Temenku yang lain sms dengan isi yang kira2 sama :’Si x lolos cpns an lho, udah tau?g tau kenapa aku kok ngiri en pengin nangis euy” katanya.
Sms2 itu aku terima disaat aku sendiri juga sedang menata hati. Seperti juga mereka, aku punya perasaan yang sama. Ada rasa ngilu yang sangat. Perasaan membanding-bandingkan yang aku sadar itu bukan tindakan bijak. Hatiku sudah terkena virus iri. Wajar mungkin kalau aku iri..Sudah dua kali aku ‘iseng2’ ikut cpns. Pertama di deplu dan kedua di kpu dua2nya gagal. Awalnya aku mencoba peruntungan itu dengan perasaan ‘nothing to lose’ pikirku:pun ketika gagal wajar wong yang daftar puluhan..ribu!Kalau dapat ya syukur kalo ngga’ ya ngga masalah. Tapi keadaan koq menjadi lain ketika beberapa teman dekat, yang ikut mendaftar, ternyata lolos seleksi. Hati tiba-tiba ciut. Ada perasaan jengah menggelayut. Penyesalan datang tiba-tiba. Kenapa aku ngga lolos y?Kenapa si fulanah selalu mendapatkan sesuatu tanpa kesulitan berarti?kenapa aku tidak?Kapan aku akan seperti dia? Dunia menjadi semakin menyempit dengan pikiran-pikiranku yang juga ikut menyempit. Begitukah hukum Allah berjalan?tak ada yang tau kehendakNya. Semua adalah titik-titik misteri yang menjadi garis nasib pada akhirnya.
Untunglah aku cepat tersadar. Aku punya banyak hal yang mungkin orang lain tidak punya. Orangtua, kesehatan, pekerjaan dan mimpi. Astaghfirulloh..Fabiayi a la irabbikumatukadzibaan…
Mengkufuri nikmatNya itu sangat mudah, sebaliknya, mensyukuri nikmatNya adalah yang tersulit. Syukur sangat berkorelasi dengan ikhlas. Ikhlas dengan semua yang diberikanNya. Suka, duka, hal-hal yang diinginkan, yang tak diinginkan diterima dengan ikhlas sekaligus meyakini bahwa apa yang diberikanNya adalah yang terbaik untuk kita. Meski terbaik menurutNya tidak selalu baik di mata kita. Kegagalan bertubi2 akan menjadi ujian terberat untuk menjadi seorang Mukhlis. Hati, logika dan pikiran akan bersekutu meragukan rencanaNya. Dan keraguan padaNya adalah muara dari segala kekecewaan kita. Naudzubillah..
Karena itu y Allah cukupkan aku dengan nikmat yang Kau beri. Jagalah hati ini dari perasaan iri dan jauh dariMu..
Senin 14 Desember 2008 kemarin, Bush menerima sebuah ‘farewel kissing’ dari seorang jurnalis Irak, Munthahar Zaidi, pada saat dirinya menggelar konferensi pers di Irak. ‘Ciuman manis’ tersebut tidak akan pernah dilupakan oleh presiden AS yang masa tugasnya tinggal beberap hari ini. Meskipun ditanggapi dengan guyon, Bush tidak akan menutup mata bahwa apa yang baru saja menimpanya adalah salah satu bentuk kebencian yang secara terang-terangan ditunjukkan oleh seseorang, yang bisa jadi, merupakan ‘korban’ kebijakannya.
Ekspresi unik dari Munthahar.Zaidi sekaligus menjadi kado perpisahan sekaligus otokritik bagi Bush atas kebijakan-kebijakannya di dunia internasional terutama dunia Arab dalam 8 tahun terakhir. Orang tidak akan lupa dengan tragedi Invasi Irak oleh Amerika tahun 2003. Peristiwa tersebut adalah cacat sejarah yang melukai siapapun yang menghargai nilai-nilai kedaulatan, kemanusian dan demokrasi. Ironisnya invasi tersebut mengatasnamakan demokrasi! Faktanya, tidak ada senjata pemusnah massal seperti yang digembor-gemborkan Bush. Kesini, orang semakin tahu dengan baik, bahwa isu senjata massal adalah upaya Bush untuk menjustifikasi tindakannya yang bar-bar. Pada akhirnya, akibat kebijakan Bush ini banyak perempuan, anak2 kecil dan warga sipil Irak yang tak berdosa terbunuh. Dan Anehnya, meski fakta terungkap, tak ada yang bisa menghentikannya. Pun PBB sebagai perwakilan negara-negara di dunia. Amerika di bawah Bush benar-benar sangat arogan dan bengis.
Invasi ke Irak hanya satu dari kejahatan Bush, yang tidak saja diakui oleh masyarakat dunia tetapi juga warga Amerika sendiri. Buku-buku yang mendiskreditkan Bush dengan pemerintahan yang dipimpinnya terus bermunculan. Tak salah bila dalam kurun 8 tahun ini Bush telah ‘berhasil’ mencitrakan dirinya sebagai penjahat perang diakui atau tidak. Hal ini juga diindikasikan dengan turunnya popularitas Bush. Bahkan sejak Obama terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat di Pemilu 2008, Bush seperti dianggap tidak ada. Seperti sudah tidak menjabat sebagai presiden lagi. Padahal Obama baru akan dilantik tanggal 20 Januari 2009 nanti. Tetapi semua orang, terhitung sejak Obama menjadi presiden terpilih, lebih focus pada apa yang dikatakan Obama ketimbang apa yang dilakukan Bush. Bush mengalami apa yang dinamakan post power syndrome dalam artian negatif. Sebuah akhir pemerintahan yang menyakitkan sekaligus menyedihkan untuk seorang George Walker Bush yang terpilih sebagai PresidenAS selama dua periode.
Mungkin, bagi rakyat Amerika yang nasionalis (dan arogan?), pelemparan sepatu ke muka presidennya adalah bentuk dari pelecehan pada negaranya. Namun, terlepas dari benar atau salah atas apa yang dilakukan oleh jurnalis Irak tadi, peristiwa tersebut seharusnya menjadi momen yang tepat bagi Amerika (terutama pemimpinnya) untuk introspeksi diri. Masa iya, negara yang selalu mengklaim diri sebagai kampiun demokrasi justru menodainya habis-habisan dengan kebijakan yang menginjak-injak kedaulatan, kemanusiaan dan keadilan yang notabene adalah nilai-nilai dalam demokrasi, apa kata dunia?! STOP WAR JUST GIVE PEACE A CHANCE!!