Minggu, 16 Januari 2011

-- Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya --



Try to open our heart… dan bacalah… bacalah segala kejadian tersebut dgn mata hati. buku ini mengisahkan tentang cacing yang tidak tau rasa terima kasih, dan tetap menyombongkan diri dengan kotoran kesayangannya.

------------------------------------------------------------------------------------

Selasa, 04 Januari 2011

2011

where the time goes???
"it is 2011. The year of what ur another dream will coming true"

Tagline tahun baruku niy :D

memuakkan ya, ternyata aku masih butuh kata2 untuk sekedar memotivasi diriku sendiri. yeah, karena aku belum juga punya seseorang yang dengan senyumnya saja bisa memotivasiku. wait, seseorang? hah!! i am trapped on my own words :p.. okay aku tetapkan taun ini sebagai taun pencarian pasangan jiwa alias soulmate alias jodoh.Merdekaaa!!

hemm, tapi mau dcari kmana juga ya?apa iya jodoh itu musti dcari?apa iya jodoh itu bisa datang sendiri? *asli bingung. aku bukan tipikal keduanya (yg mencari jodoh dan menanti jodoh). aku kan tipikal org yg spontan dan sangat mempercayai kata hati.tapi lingkungan sosial memaksaku untuk "mencari" jodoh itu. dan benar saja, semakin mencari semakin aku kesulitan menemukannya (persis seperti filosofi barang hilang : semakin kamu cari semakin tak akan ditemui). anyway jangan tanya juga ya aku nyari jodohnya gimana, soalnya selama ini aku tidak sepenuhnya melakukan "aktivitas mencari" heuheu. ya,,untuk urusan jodoh ini persis seperti yang dkatakan Nidji dalam lyric lagunya "serahkan, ikhlaskan ,,pasrahkanlah, cintaNya adalah jawabannya"


Minggu, 05 Desember 2010

Sesal

selalu menghentakku pada satu ingatan
guguran daun yg menjadi penanda
lembaran kalender yang selalu dibuang d tiap akhir tahunnya

juga hujan yg datang di bulan desember
mengalun pelan bersama angan
dan entah kenapa aku selalu patuh pada perasaan

aku bukan jiwa yg senang bergelut dengan penyesalan
aku membenci kecemasan
tapi, suatu waktu
dy tegak berdiri tanpa bisa aku pindahkan

aku ingin pagiku kembali
tapi aku tak pernah melihatnya kembali
hanya mentari dengan hangat yg tak sama lagi

Minggu, 31 Oktober 2010

The message

oneday, aku dapet message ini d inbox fb ku. dr seorang teman yang cukup peduli pada kehidupan pribadiku. haha motifnya, menurut tafsirku, tak lain tak bukan ingin mengingatkanku bahwa aku sudah ada d umur yg tepat untuk mengakhiri masa lajangku. sekaligus membenturkanku pada kenyataan bahwa :hellow..nothing or nobody's perfect in this life..

aku sll melihat kembali pesannya ini..membacanya ulang dan lirih berucap: miss the old time :(
oke and here is the message:

-Berbicara soal suami, ini ada cerita yg aku tulis ulang. Mungkin kamu pernah baca. Tapi setidaknya, semoga bermanfaat-


Walau baru saja digoyang gempa, namun Bantul juga mengalami perkembangan di bidang perdagangan dan percintaan. Sebuah toko yang menjual suami baru saja dibuka di wilayah pinggiran kota Gudeg ini. Di toko ini wanita dapat memilih suami. Diantara instruksi-instruksi yang ada di pintu masuk terdapat instruksi yang menunjukkan bagaimana aturan untuk masuk toko tersebut.

"Anda hanya dapat mengunjungi toko ini SATU KALI dalam hidup anda"

Toko tersebut terdiri dari 6 lantai dimana setiap lantai akan menunjukkan sebuah calon kelompok suami. Semakin tinggi lantainya, semakin tinggi pula nilai lelaki tersebut.

Bagaimanapun, ini adalah soal keberanian memilih. Anda dapat memilih lelaki di
lantai tertentu. Atau ke lantai yang lebih tinggi, tetapi dengan
syarat tidak bisa turun ke lantai sebelumnya kecuali untuk keluar dari
toko.

Lalu, seorang wanita (sebut saja namanya Mawar 21 tahun dan ranum seperti hendak mecothot) pergi ke toko "suami" ini untuk mencari suami.

Di lantai 1 terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 1 : Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan dan taat pada Tuhan.
Wanita itu tersenyum, kemudian dia naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 2 terdapat tulisan seperti ini:

Lantai 2: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, dan senang anak kecil, tapi bukan pedofil. Kembali wanita itu naik ke lantai selanjutnya.

Di lantai 3 terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 3: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil dan cakep banget.

'' Wow'', tetapi pikirannya masih penasaran dan terus naik. Lalu sampailah wanita itu di lantai 4 dan terdapat tulisan
Lantai 4: Lelaki di lantai ini yang memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget dan suka membantu pekerjaan rumah.
''Ya ampun !'' Dia berseru, ''Aku hampir tak percaya''

Dan dia tetap melanjutkan ke lantai 5 dan terdapat tulisan seperti ini:
Lantai 5: Lelaki di lantai ini memiliki pekerjaan, taat pada Tuhan, senang anak kecil, cakep banget,suka membantu pekerjaan rumah, dan memiliki rasa romantis.

Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melanjutkan langkahnya ke lantai 6 dan terdapat tulisan seperti ini :

-untuk mengetahui isi lantai 6, silahkan kirim sms ke nomer 0815 ******. Ketik LANJUT (spasi) * (spasi) CERITA. Cerita akan kami kirim setelah anda mengirim pesan. Tarif sms tetap sama, Rp 350 per sms atau tergantung provider layanan seluler anda. Terima kasih-
(bersambung)


kyaa..ini adalah cara lain biar aku sms dy..hihi. oke, why not toh aku emang penasaran. bim salabim..prok..prok..prok.. akhirnya dy lanjutin tuh ceritanya, here it is


Dia tergoda untuk berhenti tapi kemudian dia melanjutkan langkahnya ke lantai 6. Lantai itu tak ada atapnya. Terdapat tulisan seperti ini :

Lantai 6: Anda adalah pengunjung yang ke 4.363.012. Tidak ada lelaki di lantai ini. Lantai ini hanya diperuntukkan bagi mereka yang susah bahagia dalam hidupnya dan ingin mengakhiri hidupnya dengan loncat untuk bunuh kediri.
Terima kasih telah berbelanja di toko "Suami". Hati-hati ketika keluar toko, waspadai dompet anda. Kami segenap, staf, karyawan dan penanam saham toko Suami mengucapkan;

Selamat memiliki presiden baru. Semoga anda benar-benar Selamat

Semoga hari ini hari yang indah buat anda.


nice reminder..thank you..thank you..thank you. kangen bisa bercanda n ngobrol "gila" lagi. kangen juga sama tulisan2 mu yg "gila" pokoknya "gilaaaa". frankly say, pernikahan membuatmu jauh dariku haha

Tak Berjudul

mungkin benar yg dibilang orang :jiwa yang sepi adalah karena ia hidup untuk dirinya sendiri
mungkin aku seperti itu. mungkin aku seburuk yang mereka katakan, mungkin aku tak pantas untuk disebut makhluk sosial. dan alam, dengan sunatullohnya, mengirimiku rasa sepi.
dia telah datang dengan kelemahan dan kelebihannya. tp kenapa aku tak bisa memalingkan wajah dari kelemahannya?kenapa hal yg menurut org lain tak penting menjadi Maha Penting untukku?
Ya Allah, bisa dipastikan aku bukan hamba yang pandai bersyukur. dan parahnya lagi, aku selalu menganggap Engkau tau apa yang aku rasakan dan Kau akan maklum.Tuhan, aku tersesat d labirin yang aku ciptakan sendiri. otakku berputar d jalan yang aku tau itu buntu. hatiku meredam rasa yang aku tau tiada guna. tapi..selalu ada tapi Tuhan. selalu ada "Tapi" sebagai justifikasiku. bolehkah?

aku mungkin salah Tuhan, atau benar d titik kemanusianku

Dear God

boleh aku minta satu hal saja Tuhan? tetapkan hatiku atas pilihanMu..

tak nyaman rasanya menjadi terombang-ambing spt ini
d samudra bernama keinginan
tetapkan
tetapkan
tetapkan
dan rangkul aku dalam RidhoMu

Rabu, 20 Oktober 2010

3 Kata 3 makna

lil bit complicated, jujur, spontan..it's me!

lil bit complicated
dari sekian banyak teman, aku hny punya beberapa diantaranya yg benar2 mengerti aku. orang yang susah untuk diyakinkan, susah diatur..selalu punya caranya sendiri. dalam kamus sosial kekinian aku disebut "ngeyel" meski aku tidak sepakat karena kosakata itu mengacu pada sifat yang negatif. padahal, kalau aku boleh berpledoi, aku ngeyel lebih karena aku tidak mudah percaya (bc:kritis). segala sesuatu bagiku harus terjelaskan atau minimal beralasan. aku juga jd jarang terkesan. hanya ssorang dengan karakter "yg ngga biasa" yang bisa membuatku sedikit beranjak dari "tempat dudukku". ini sekaligus menjadi jawaban kenapa aku belum juga menikah kali ya hehe.

jujur
aku pastikan aku akan dengan mudah tersingkir dari komunitas yg suka berpura2. juga terdepak dari siapapun yang tidak menyukai "omongan tajam" (bc jujur).mungkin banyak orang yang tanpa sengaja aku sakiti hanya karena aku berbicara jujur. ada yang bilang sifatku ini lebih mengarah ke sarkasme dan sedikit sekali yang berterimakasih karena aku sudah berbicara jujur. sepertinya aku harus maklum dan tidak boleh berharap terlalu banyak pada mereka, karena bukan salah mereka dibesarkan di lingkungan yang menyukai kepura-puraan.kelugasanku ini, kalo bisa aku bilang begitu, seringkali menimbulkan masalah. dan membuatku banyak belajar bahwa hidup dengan sosialisasinya membutuhkan tingkat kompromi yang tinggi.jd hidup menurutku, 1.kompromi 2.kompromi dan 3. masih tetap kompromi.

Spontan
adik kaka lah sama sifatku yg jujur tanpa tedheng aling-aling tapi disini aku lebih menekankan pada bagaimana aku mengambil keputusan-keputusan dalam hidup. orang bilang orang yang spontan adalah orang yang tidak terencana. yang lain bilang orang yang spontan adalah orang yang cerdas karena sll menyumbangkan ide2 segar yang tak terpikirkan oleh orang lainnya. buatku org spontan adalah orang yang selalu mendapat wahyu..terberkati.heuheu. bagaimana tidak?dp kesekian umurku, aku tidak pernah membuat perencanaan detil ttg hidup.bukan berarti aku tidak punya, tapi aku lebih sering memiliki rencana jangka panjang dari pada jangka pendek atau menengah.dengan pelan tapi pasti apa yang aku impikan (meskipun bukan ssuatu yang besar) aku bisa meraihnya. begitulah aku, selalu menikmati tiap detik hidupku..jarang sekali mencemaskan masa depan apalagi masa lalu. aku terbiasa hidup untuk hari ini. berusaha menikmati dan mensyukuri. kalau pada akhirnya aku mengambil keputusan2 tepat dalam hidupku..tak lebih dan tak bukan adalah karena sifat spontanku.. dan seperti kataku di awal tadi..orang spontan adalah orang yang selalu mendapat wahyu buah dari keyakinan dan rasa syukur :)

well, aku masih hidup sampai saat ini. masih memungkinkan untuk setiap perubahan.aku tidak terikat pada 3 sifat mayor itu meski selalu terwarnai. sampai detik ini aku masih senang menjadi "Aku"