mungkin benar yg dibilang orang :jiwa yang sepi adalah karena ia hidup untuk dirinya sendiri
mungkin aku seperti itu. mungkin aku seburuk yang mereka katakan, mungkin aku tak pantas untuk disebut makhluk sosial. dan alam, dengan sunatullohnya, mengirimiku rasa sepi.
dia telah datang dengan kelemahan dan kelebihannya. tp kenapa aku tak bisa memalingkan wajah dari kelemahannya?kenapa hal yg menurut org lain tak penting menjadi Maha Penting untukku?
Ya Allah, bisa dipastikan aku bukan hamba yang pandai bersyukur. dan parahnya lagi, aku selalu menganggap Engkau tau apa yang aku rasakan dan Kau akan maklum.Tuhan, aku tersesat d labirin yang aku ciptakan sendiri. otakku berputar d jalan yang aku tau itu buntu. hatiku meredam rasa yang aku tau tiada guna. tapi..selalu ada tapi Tuhan. selalu ada "Tapi" sebagai justifikasiku. bolehkah?
aku mungkin salah Tuhan, atau benar d titik kemanusianku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar