selalu menghentakku pada satu ingatan
guguran daun yg menjadi penanda
lembaran kalender yang selalu dibuang d tiap akhir tahunnya
juga hujan yg datang di bulan desember
mengalun pelan bersama angan
dan entah kenapa aku selalu patuh pada perasaan
aku bukan jiwa yg senang bergelut dengan penyesalan
aku membenci kecemasan
tapi, suatu waktu
dy tegak berdiri tanpa bisa aku pindahkan
aku ingin pagiku kembali
tapi aku tak pernah melihatnya kembali
hanya mentari dengan hangat yg tak sama lagi
hhhmmmhhhh,,,,
BalasHapusdaleemm.
rasanya ingin tau latar belakang sajak2 di ats