Minggu, 05 Desember 2010

Sesal

selalu menghentakku pada satu ingatan
guguran daun yg menjadi penanda
lembaran kalender yang selalu dibuang d tiap akhir tahunnya

juga hujan yg datang di bulan desember
mengalun pelan bersama angan
dan entah kenapa aku selalu patuh pada perasaan

aku bukan jiwa yg senang bergelut dengan penyesalan
aku membenci kecemasan
tapi, suatu waktu
dy tegak berdiri tanpa bisa aku pindahkan

aku ingin pagiku kembali
tapi aku tak pernah melihatnya kembali
hanya mentari dengan hangat yg tak sama lagi