ruang adalah satu dimensi kehidupan seseorang
dalam ruang manusia tumbuh, berkreasi menciptakan diri seutuhnya. dalam kisar umurku yg sekian aku tumbuh dalam ruang yang berbeda,,masing2 dari ruang itu memiliki keunikannya.
mungkin keluargaku tidak mengenalku seperti ruang mengenalku. seperti saksi bisu mereka merekam semua aktivitasku. kegundahan, kekacauan,kesedihan,kehampaan atau bahkan kebahagiaan. dia lebih dari sekedar kekasih,,dia selalu ada dan aku selalu memenuhinya dengan bermacam perasaan.
aku menciptakan ruanganku, aku menumpahkan segala sesuatu bersamanya..bagaimana bisa aku mengabaikannya?..sampai akhirnya aku ada dalam ruang ini. ruang yg berbeda. ruang baru yang tak kuasa aku ciptakan karena aku didapuk oleh 'the invisible hand' untuk menempatinya. aku belum bisa merasakan,,seperti aku merasakan ruang sebelumnya. dia belum mengenalku. dan aku,meski tak asing, belum mengenalnya utuh.
tekadang aku merasa dingin dengannya,,tiba2 ceria menghangat tetapi entahlah aku belum merasakan adanya ketulusan. aku menggali tapi belum aku temukan. aku hanya berusaha menyatu dengan 'ruang baru' ini. mencoba bersahabat dan berharap ia mau..
'ruang baru' yang aku tau akan merubah semua hidupku,,mungkin.
aku hanya bisa menyapanya lirih dan berharap ia mau mendengar..dan menjawab dengan senyum tulus.
ps: buat yg baca n lil bit confuse..hehe take it easy its not a big deal ^_^
Senin, 29 Maret 2010
Minggu, 28 Maret 2010
antara aku dan bumi sunda
setelah petualangan studiku di purwokerto, mengadu peruntungan di Bogor dan akhirnya di kota Purwakarta aku mendapat kesempatan jadi PNS kira2 Tuhan punya rencana apa ya buatku? lucu juga komentar seorang teman. dia bilang gini: "kamu harus menebar kebaikan di bumi sunda setelah selama ini kamu banyak berhutang ide stereotip ke orang sunda". bukan hal yang asing bukan kalau dua suku saling 'menyerang'? begitu juga aku dan temanku si orang sunda ini.
terkadang hidup itu penuh ironi. bukan mau ngomongin SARA, tapi ini realita. sebagai seorang Indonesia, aku hidup dengan doktrin kesukuan. masing2 suku memiliki stereotip. misalnya suku batak biasanya orang-orangnya keras, suku sunda kalau yang cewe suka dandan yang cowo males2 dan lain2.terlepas benar atau tidak, aku hidup dengan doktrin semacam itu. jadi untuk menghilangkannya butuh waktu dan pengalaman kali ya..
waktu aku kuliah aku banyak berteman dengan orang sunda. selama ini dalam guyonan aku dan teman2ku, yang kebanyakan orang sunda itu, kita sering ledek2an ttg kesukuan(tenang semuanya masih dalam koridor 'aman' hehe). dari banyak obrolan itu aku yang kebetulan orang jawa ada di atas angin (karena kebetulan tidak ada sterotip suku jawa yg 'memberatkan'). temanku sampai mencak-mencak saat aku bilang : "kalau boleh minta mah jangan dapet suami orang sunda deh". dia manyun dan menyumpahi :"ati2 dapet orang sunda tar lo"
di sini nih ironinya,,
pasca lulus aku mengadu nasib di Bogor (bumi pasundan). sampai sekarang akhirnya aku mendapat kesempatan menjadi PNS d purwakarta (bumi pasundan juga). terang saja ini menjadi bahan ledekan teman-teman. suatu kali aku mendapat sms dari temanku orang sunda : "betah lo ye,,di bumi sunda.." aku hanya bisa meringis. dan terpikir juga olehku bagaimana dengan nasib jodohku? bagaimana kalau 'sumpah' temenku itu jadi kenyataan? heuheu..peace ah..
terkadang hidup itu penuh ironi. bukan mau ngomongin SARA, tapi ini realita. sebagai seorang Indonesia, aku hidup dengan doktrin kesukuan. masing2 suku memiliki stereotip. misalnya suku batak biasanya orang-orangnya keras, suku sunda kalau yang cewe suka dandan yang cowo males2 dan lain2.terlepas benar atau tidak, aku hidup dengan doktrin semacam itu. jadi untuk menghilangkannya butuh waktu dan pengalaman kali ya..
waktu aku kuliah aku banyak berteman dengan orang sunda. selama ini dalam guyonan aku dan teman2ku, yang kebanyakan orang sunda itu, kita sering ledek2an ttg kesukuan(tenang semuanya masih dalam koridor 'aman' hehe). dari banyak obrolan itu aku yang kebetulan orang jawa ada di atas angin (karena kebetulan tidak ada sterotip suku jawa yg 'memberatkan'). temanku sampai mencak-mencak saat aku bilang : "kalau boleh minta mah jangan dapet suami orang sunda deh". dia manyun dan menyumpahi :"ati2 dapet orang sunda tar lo"
di sini nih ironinya,,
pasca lulus aku mengadu nasib di Bogor (bumi pasundan). sampai sekarang akhirnya aku mendapat kesempatan menjadi PNS d purwakarta (bumi pasundan juga). terang saja ini menjadi bahan ledekan teman-teman. suatu kali aku mendapat sms dari temanku orang sunda : "betah lo ye,,di bumi sunda.." aku hanya bisa meringis. dan terpikir juga olehku bagaimana dengan nasib jodohku? bagaimana kalau 'sumpah' temenku itu jadi kenyataan? heuheu..peace ah..
Langganan:
Komentar (Atom)